- Berita Utama, Hukum

Terkait gugatan hilangnya dana deposito PT BTS , Persidangan Hari Ini Mediator Minta Kehadiran Prensifel


Jakarta – Terkait gugatan hilangnya dana deposito PT BTS sebesar Rp 15 miliar terjadi pada tahun 2014 dan telah diproses melalui Persidangan.

Rudhi Mukhtar, S.H., M.Kn. selaku kuasa hukum PT.BTS dari HWMA Law Firm menyampaikan perkembangan kasus dalam persingaan hari ini terjadi mediasi perkara no458/Pdt.G/2021/PN.Jkt.Pst, antara PT Bidakara Taruma Sakti (BTS) sebagai penggugat dengan PT Bank BRI sebagai tergugat sudah terselenggara dengan dihadiri oleh kuasa hukum PT Bidakara dan Kuasa Hukum PT Bank BRI dalam hal ini ligell officer nya.

“Dalam mediasi dan mediator menanyakan kehadiran prensifel dari kuasa hukum PT BTS menyatakan atau presifel pihak langsung oleh dalam perkara dan siap langsung dihadirkan” Ujarnya di Jakarta, 14/10/2021).

Hingga Saat ini lanjutnya ,PT Bank BRI juga harus menghadirkan presifel nya dalam hal ini adalah Direksi PT Bank BRI, karena PT Bank BRI dari awal tidak bisa menghadirkan Direksi maka dalam mediasi hari ini adalah PT BTS belum menghadirkan PT Direksi BTS.

“Kerena Kehadirkan Direksi PT Bank BRI karena ini menyangkut permasalahan penting permasalahan Perbankan,”Ujar Rudhi Mukhtar, S.H., M.Kn.

Bahkan lanjutnya, tetap meminta agar peraturan pasal perundang-undangan sebagaimana dalam Pasal 37B Undang-Undang Perbankan, Pasal 13 Peraturan Bank Indonesia No. 5/8/PBI/2003 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bank Indonesia No. 11/25/PBI/2009, dan Pasal 29 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 1/POJK/07.2013.

“Kita Ketahui Bank wajib menjamin dana nasabahnya yang disimpan di Bank BRI bersangkutan dan wajib melaksanakan pengendalian intern serta wajib bertanggung jawab penuh atas segala risiko kegiatan usaha, risiko operasional Bank serta kerugian nasabah yang timbul akibat dari kelalaian Bank BRI dan di laksanakan dan hak klien kami dapat di penuhi”, ungkap Rudhi Mukhtar, S.H., M.Kn.

Selanjutnya Rudhi, Hakim Mediator meminta PT Bank BRI dan PT BTS pada mediasi selanjutnya untuk menghadirkan prensifel nya, apabila para pihak tidak bisa menghadirkannya tanpa Prensifel maka mediator akan menyatakan tidak menghadirkan Prensifel untuk itikad tidak baik.

“Dan para pihak mediator sepakat mediasi ditunda 2 minggu hari selasa tanggal 28/9/2021 dengan agenda mediasi dengan menghadirkan prensifel”, tutup Rudhi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *