Lockdown, DPR Perketat Prokes dan Tingkatan Tracing

DPR ri

Jakarta : Pasca Komisi I dan Komisi VIII DPR RI dinyatakan lockdown atau tidak melakukan kegiatan rapat, akibat sejumlah anggotanya terkonfirmasi positif Covid-19. Kondisi di Ruang Sidang Komisi I dan VIII masih dilakukan sterilisasi penyemprotan disinfektan dan dijaga ketat oleh Pamdal.

Sekjen DPR RI, Indra Iskandar menyebut dari hasil rapat Bamus bahwa dilakukan penundaan rapat dan kegiatan di Komisi I dan VIII, serta ada permintaan untuk dilakukan lockdown di Komisi VII. Kegiatan pekan depan juga akan diperketat protokol kesehatan maksimal 25 persen dari kapasitas ruangan dan lebih banyak rapat secara virtual.

“Maksimal 25 persen, penundaan rapat di Komisi I dan Komisi VIII, dan hari ini Komisi VII rapat ditunda sampe 28 Juni, kegiatan rapat ditunda, namun sekertariat masih tetap bekerja, putusan di Bamus Semua sidang, pembahasan anggaran, Pansus dan Panja masih berlangsung, karena pertanggung jawaban sidang umum tahunan di Agustus,” ungkap Indra Iskandar di Gedung DPR, pada Jum’at (18/6/2021).

Indra Iskandar menyebutkan hingga saat ini total ada 52 orang di lingkup DPR RI terpapar Covid-19, yaitu 12 orang anggota DPR dan sisanya ASN, Tenaga Ahli anggota DPR, dan staff lainnya. DPR menyebut baru sebagian melakukan tracing kepada pegawai dilingkungannya, serta akan terus melakukan tracing untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan DPR.

“Unit Pelayanan Kesehatan melakukan tracing, anggota kunker ke daerah, tracing dilakukan sebagian belum semua, diketahui ada 12 anggota DPR saat ini terpapar, total ada 52 meliputi ASN, Tenaga Ahli anggota, dan anggota di Komisi I, VIII, VII, III,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *