Pemulihan Pariwisata, Bali Soft Loan Triliunan Rupiah

Berita Utama Travel

Jakarta: Pemerintah terus mendorong akselerasi pemulihan ekonomi khususnya sektor pariwisata di Provinsi Bali yang terdampak akibat pandemi COVID-19.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menjelaskan sebagai upaya pemulihan, pemerintah provinsi Bali sudah mengajukan dana pinjaman lunak (soft loan) untuk pemulihan ekonomi di Bali terutama di sektor pariwisata mencapai Rp9.4 triliun.

“Saat ini soft loan sedang digodok dan dibahas di lintas K/L. Kita harapkan bisa mendapat titik terang dalam waktu dekat. Selain itu para pelaku parekraf juga perlu restrukturisasi. Karena begitu Bali buka kembali pada Juni-Juli 2021 usaha-usaha ini dari segi suplai site membutuhkan dana untuk beroperasi kembali terutama terkait dana bantuan baik dana restrukturisasi atau pinjaman lunak,” katanya dalam keterangan yang diterima RRI, Sabtu (10/4/2021).

Menurutnya, upaya pemulihan ekonomi merupakan kebijakan untuk membangun optimisme kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali.

“Pemerintah akan terus mendorong akselerasi pemulihan ekonomi. Namun kita harus pastikan bahwa angka penularan COVID-19 bisa terkendali dengan baik. PPKM skala mikro menunjukkan hasil awal yang cukup baik oleh karena itu kita akan terus tekan sehingga tidak ada kenaikan kasus,” ujarnya dalam keterangan yang diterima RRI, Sabtu (10/4/2021).

Ia juga menjelaskan, jika pihaknya telah mengusulkan dana hibah pariwisata 2021 sebesar Rp3.7 triliun. Namun, katanya, saat ini pihaknya sedang mengumpulkan data-data yang terverifikasi dengan baik.

“Dana hibah pariwisata nantinya akan dialirkan ke sektor pariwisata bukan hanya hotel dan restoran saja tapi juga diperluas seperti tempat rekreasi, biro perjalanan, dan lain-lain,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *